jump to navigation

Pengalaman dengan Shar E September 22, 2008

Posted by erwinfs in Layanan Publik.
2 comments

Saya adalah pemegang kartu Shar E yang dikeluarkan oleh Bank Muamalat. Salah satu alasan kenapa saya memilih Shar E selain menggunakan prinsip syariah adalah karena di kantor saya ada kantor pos sehingga bisa melakukan setoran dengan mudah. Disamping itu tidak perlu antri lama.

Namun ada kekurangan dari Shar E, yaitu untuk menarik uang harus ke ATM bank lain seperti BCA atau bank yang tergabung dalam ATM Bersama. Akibat dari hal ini, saya beberapa kali kesulitan menarik uang karena ketika ditarik uang tidak bisa keluar. Padahal saya sangat butuh.

Pengalaman terakhir, ketika awal bulan ini saya mau menarik uang. Waktu itu malam hari dan saya sangat butuh sekali karena tidak ada uang yang saya pegang yang jumlahnya signifikan. Saya ke ATM Mandiri, tidak bisa ditarik, ke Danamon juga tidak bisa, ke BCA juga tidak bisa. Bayangkan seandainya uang itu dibutuhkan untuk keperluan berobat yang mendesak.

Untuk itu, melalui tulisan ini saya ingin mengusulkan kepada Bank Muamalat agar menambah jaringan ATM milik sendiri.

Pengalaman dari Padang September 11, 2008

Posted by erwinfs in Layanan Publik.
add a comment

Seperti biasa, bulan ini saya menerima tagihan kartu kredit dari sebuah bank. Isinya, selain tagihan juga ada informasi belanja. Di antaranya tentang makanan dan minuman. Salah satu tempat yang sedang diskon adalah rumah makan L di Padang dan tempat beli oleh-oleh S di Padang.  Ketika bulan mei 2008 lalu saya datang ke rumah makan L setelah selesai makan saya ingin membayar dengan kartu kredit. Petugas kasir menyatakan bahwa dia tidak bisa mengoperasikan mesin pembayaran kartu kredit. Kemudian dia memanggil temannya. Temannya bilang lain lagi, mesinnya sedang rusak. Kemudian datang lagi temannya, dia bilang yang bisa mengoperasikan mesin pembayaran kartu kredit cuma satu orang, seorang bapak yang sudah pergi. Saya memang melihat bapak tersebut ketika saya baru datang.

Tentu saja saya kecewa dengan pelayanan seperti ini. Semoga saja cuma saya saja yang mengalami. Sebab, kalau ternyata setelah melihat informasi dari sebuah bank penerbit kartu kredit banyak orang ke sana dan mengalami perlakuan seperti saya maka kredibilitas bank penerbit kartu kredit tersebut bisa diragukan sekaligus rumah makan yang bekerja sama dengan bank penerbit kartu kredit tersebut bisa berkurang pengunjungnya.

Sebuah kondisi di Padang yang tidak umum berlaku adalah penjual adalah raja. Jadi, kalau dia dikritik karena pelayanannya kepada konsumen kurang bagus, dia belum tentu merubah perilakunya melayani konsumen.

Saya telah mengirim email komplain, namun belum ada balasannya hingga kini.