Pengalaman dari Plaza Buaran Januari 26, 2009
Posted by erwinfs in Fakta & Peristiwa.add a comment
Ahad kemarin saya dan keluarga pergi ke Plaza Buaran untuk sebuah keperluan membeli hadiah ulang tahun untuk teman anak saya. Setelah selesai urusannya, maka saya mencoba berkeliling mencari tempat makan.
Saya bermaksud membayar dengan kartu kredit, dan untuk itu saya mesti tanya dahulu apakah sebuah tempat yang saya datangi melayani pembayaran dengan kartu kredit. Beberapa tempat sudah saya tanya dan dijawab dengan baik bahwa mereka tidak menerima pembayaran dengan akrtu kredit. Pilihan saya dan istri jatuh ke sebuah tempat makan yang namanya ada kemiripan dengan nama bahan bakar. Ketika saya mendatangi pintu depannya, saya tanya ke petugas yang sedang berada di pintu depan apakah melayani pembayaran dengan kartu kredit. Petugas menjawab menerima pembayaran dengan kartu debit sebuah bank. Namun, karena saya ingin memastikan saya tanya lagi karena saya khawatir petugas memiliki informasi yang kurang lengkap.
Ternyata dia hanya melengos dan mencoba berbicara dengan petugas yang sedang membersihkan lantai dekat pintu masuk. Saya sangat prihatin dengan mentalitas pegawai di rumah makan itu. Sebenarnya dia bisa memastikan dulu ke atasannya atau bertanya ke kasir. Namun karena dia bersikap seperti itu, maka cara pegawai itu memasarkan rumah makannya telah gagal.
Dan semenjak itu, saya tidak lagi berniat makan di situ. Saya akhirnya memilih makan di tempat menjual steak. Ketika saya datang dan saya tanya, pelayanannya bagus dan memuaskan saya dan keluarga.
Pelayanan kepada calong pelanggan dengan menjawab pertanyaan mereka adalah sebuah usaha pemasaran. Jika di tahap ini saja penjual sudah bersikap kurang baik kepada calon pelanggan maka jangan diharap usaha mereka akan berjalan lebih baik.
Cara pembayaran juga bagian dari usaha pemasaran. Ada tempat makan yang melayani pembayaran dengan kartu kredit, kartu debit dan kartu prabayar dengan maksud menampung pelanggan sebanyak-banyaknya dengan berbagai alat pembayaran.
Pengalaman di SPBU Nopember 29, 2008
Posted by erwinfs in Fakta & Peristiwa.add a comment
Sudah dua kali saya mengalami hal ini. Yaitu, mengisi bensin untuk motor saya di sebuah SPBU. Saya seringnya sekali mengisi bensin mengeluarkan biaya Rp 15.000,-. Untuk dua kali terakhir ini saya selalu memberikan uang pecahan Rp 100.000,- dan dikembalikan Rp 35.000. Yang pertama adalah petugas pria dan yang kedua adalah petugas wanita yang melayani saya. Petugas memberikan kembalian Rp 35.000,- santai saja, tidak ada kesan sengaja. Saya pun menerima dengan santai, namun setelah saya terima Rp 35.000,- maka saya sampaikan bahwa uang yang saya beri ke petugas adalah Rp 100.000,-.
SPBU ini memang menjadi favorit saya karena saya mengisi ketika sudah dijalan menuju kantor. Disamping itu, SPBU-nya sudah mendapat label Pasti Pas. Petugas yang akan mengisi memang sudah baku mengucapkan “dimulai dari angka nol ya pak” dan saya juga selalu amati angka yang tertera di mesin pengisi bensin. Untuk masalah angka nol bolehlah diberi apresiasi. Namun dari segi memberikan uang kembali, nampaknya pemilik SPBU ataupun pihak manajemen perlu melakukan sosialisasi yang lebih baik kepada petugas SPBU dalam hal melayani pelanggan.
Pengalaman Beli HP Baru Nopember 28, 2008
Posted by erwinfs in Fakta & Peristiwa.add a comment
Bulan Oktober lalu saya membeli sebuah handphone mahal merek Sony Erricsson J120i. Saya beli di sebuah outlet yang sudah terkenal dan punya banyak cabang. Ketika membeli saya cek semua hal yang menurut saya harus dicek mulai dari menelpon, sms, radio, menu dan fungsi-fungsi lainnya. Saya juga langsung masukkan kartu Halo saya ke handphone tersebut untuk saya pakai langsung.
Ternyata setelah sampai rumah, ketika saya mau menambah daftar di buku telepon, ada tertera nomor kontak untuk isi ulang prabayar merek tertentu. Apalagi nomor kontak untuk isi ulang tersebut bukan satu perusahaan dengan kartu Halo saya. Saya kemudian curiga, jangan-jangan handphone yang saya beli sudah dipakai. Karena sudah sampai rumah, saya akan sulit memperotes hal ini. Tapi ini mudah-mudahan bisa menjadi pelajaran bagi yang membaca tulisan saya ini. meksipun membeli di outlet yang sudah punya nama, tetap harus waspada.
Pengalaman Naik Taksi Nopember 27, 2008
Posted by erwinfs in Layanan Publik.add a comment
Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pengemudi taksi Bluebird nomor RB 1647 dan taksi Putra nomor 589 atas pelayanannya terhadap ibu saya. Hari ini ibu saya menggunakan taksi tersebut untuk suatu keperluan. Ibu saya saat ini menggunakan kursi roda sehingga naik taksi mesti hati-hati dan kenyamanan dalam perjalanan juga mesti diperhatikan. Kedua sopir taksi tersebut telah memberikan respon yang baik terhadap ibu saya.
Pengalaman Buruk Beli Printer di Indocomtech Nopember 15, 2008
Posted by erwinfs in Layanan Publik.add a comment
Jumat 14 Nopember 2008 saya datang jam 10 ke Indocomtech di JHCC. Setelah berputar-putar melihat banyak stand, saya membeli printer HP D2566 yang sedang ada promosi. Di pengumumannya, setiap membeli printer HP D2566 akan mendapat kaos gratis dan voucher Carrefour senilai 100.000 rupiah. Sebelum membeli saya tanya apakah hadiahnya bisa diambil ketika membeli printer. Petugas menjawab, untuk kaos ada, tetapi untuk voucher nunggu dulu karena baru ada jam 12.00. Saya tidak mungkin menunggu karena ada kerjaan di kantor dan ada sholat Jumat. Lalu saya tanya apakah voucher bisa diambil Sabtu atau selama pameran, dijawab petugas bisa.
Akhirnya saya putuskan untuk membeli dan sebelum membayar saya tanya lagi apakah printernya ada, ternyata petugas menjawab belum ada dan saya diminta membayar dulu. Saya tidak mau, karena tidak pasti kapan datangnya. Tak lama kemudian barang datang, akhirnya saya bayar. Tanda lunas bayar ada catatan voucher belum diserahkan.
Sabtu, 15 Nopember 2008, pulang kuliah saya ke Indocomtech. Kali ini antri. Ketika saya baru datang, saya tanya ke petugas bagaimana mekanisme mengambil voucher, dijawab antri. Lalu saya antri, panjang dan cukup lama. Ketika menjelang beberapa orang lagi untuk dapat giliran saya, tiba-tiba ada pengumuman dari salah seorang petugas bahwa voucher 100.000 rupiah sudah habis karena diperuntukkan untuk 200 pembeli pertama.
Saya heran dengan petugas, apa tidak lihat bahwa saya ataupun orang lain sudah antri lama. Enak saja dia ngomong sembarangan. Kenapa dia tidak kasih tahu di awal, kenapa dia kasih tahu setelah semakin banyak orang antri. Selama saya antri, saya bertanya dengan beberapa petugas dan jawab mereka saya diminta antri. Ini artinya voucher tersebut masih ada. Saya ingat sekali, di pengumuman yang terpampang tentang promo D2566 tidak ada ditulis “syarat dan ketentuan berlaku” ataupun “hanya untuk 200 pembeli pertama”. Ini jelas penipuan. Apalagi saya yang sudah membeli hari sebelumnya. Konsumen jelas dibohongi dengan promo gratis voucher 100.000. Saya curiga ini permainan petugas front desk saja. Karena perusahaan printer sebesar HP tidak mungkin menipu konsumennya supaya membeli printer D2566 dan kemudian ketika antri untuk mengambil hadiah dan voucher dibohongi dengan mengucap voucher sudah habis.
Tapi kalau memang ini strategi penjualan printer HP di pameran Indocomtech, protes atau kritikan saya ini tidak ada artinya dengan jutaan konsumen printer HP.
Akhirnya ketika giliran saya, hanya diganti dengan kaos. Dua orang yang antri sebelum saya juga hanya dapat kaos. Setelah saya di rumah, saya buka bungkusan kaos, ternyata ukurannya M, kecil sekali. Terlihat sekali petugas sembarang memberi, tidak melihat dulu ukuran yang tepat.
Last but not least, menjelang giliran saya di sudut lain sedang hadir mengisi acara yaitu Christian Sugiono (mudah2an tidak salah tulis) yang disebut pembawa acara sebagai duta HP. Dalam pikiran saya, HP lebih memilih untuk membayar Christian dibanding menepati janji kepada konsumen sesuai dengan promo yang tertulis. Sungguh ironis………
Telkomsel Flash Akhirnya Connect Lagi Nopember 13, 2008
Posted by erwinfs in Layanan Publik.2 comments
Alhamdulillah, akhirnya malam ini telkomsel flash saya connect lagi tanpa harus pake menu pay as you go. Saya memang masih penasaran kenapa tidak bisa connect sampai akhirnya saya putuskan melaporkan hal ini ke customer care Telkomsel. Setelah dua kali menelepon, saya mendapat jawaban yang lebih solutif ketimbang semalam yang terkesan lepas tangan. Kali ini petugas memberi solusi bila terjadi hal-hal yang membuat tidak connect. Seharusnya memang begini customer care yang bagus, bisa memberi solusi.
Telkomsel Flash Unlimited Basic tidak Connect Nopember 13, 2008
Posted by erwinfs in Layanan Publik.add a comment
Semalam saya membuka telkomselflash saya. Tapi tidak juga bisa connect. Akhirnya saya telpon customer care. Jawabannya, jaringan telkomsel tidak ada masalah, dan saya diminta matikan laptop dan kemudian dinyalakan kembali. Saya sudah coba hal itu, tetapi tidak mau connect. Pagi ini saya juga mau connect tidak bisa. Saya sudah beberapa bulan ini berlangganan paket basic unlimited dan selama ini jarang sekali masalah.
Setelah saya kutak-katik, maka semalam saya ubah connection settingnya dari telkomsel internet menjadi telkomsel broadband. Ternyata connect. Kemudian muncul layar flash ketika saya klik browser, ini karena sya pake menu yang bukan basic unlimited. Lalu saya pilih menu pay as you go. Akhirnya saya pake telkomselflash menu pay as you go seharga 350 rupiah per menit. Padahal saya juga harus bayar langganan bulanan paket basic unlimited. Adakah ini kesengajaan dari telkomsel? Sebagai konsumen, saya merasa dikecewakan dengan kejadian ini.
Visa Money Transfer: Akhirnya Sampai Juga Nopember 11, 2008
Posted by erwinfs in Layanan Publik.add a comment
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya kiriman saya melalui menu visa money transfer sampai juga. Saya sempat was-was bahwa kiriman itu akan sampai dalam waktu lama. Saya masih berpikir kalau mengirimkan uang lebih baik melalui menu transfer ATM Bersama, walaupun saya juga pernah punya pengalaman kiriman tidak sampai ke rekening tujuan meski uangnya sudah terdebit dari rekening asal.
Visa Money Transfer Mandiri Bermasalah Oktober 18, 2008
Posted by erwinfs in Layanan Publik.add a comment
Hari Sabtu lalu, 11 Oktober 2008, saya melakukan transfer uang dari rekening Mandiri ke rekening Niaga. Karena saya terpengaruh iklan Visa Money Transfer dari bank Mandiri, saya memilih menu ini untuk melakukan transfer uang. Ternyata, setelah saya telp call Mandiri, visa money transfrer ini seperti halnya pengiriman uang dengan kliring. Saya diinformasikan bahwa kiriman bari dijalankan Senin dan Rabu akan sampai. Rabu saya cek tidak masuk ke Niaga. Kamis pun demikian. Hingga akhirnya saya melaporkan hal ini ke kantor bank Mandiri tempat saya buka rekening. Penelusurannya memakan waktu kurang lebih 40 hari kerja.
Tentu saja hal ini membuat saya jengkel. Iklan Visa Money Transfer sangat gencar, saya pikir tidak ada masalah. Kalau harus menunggu lama, sebaiknya transfer semacam ini ditiadakan karena tidak bisa menyediakan layanan yang cepat dan akurat.
SMS Promo Xplor Mengecewakan Oktober 4, 2008
Posted by erwinfs in Layanan Publik.add a comment
Awal bulan September 2008 saya berlangganan sms promo xplor. Paket yang saya ambil adalah membayar 5000 rupiah untuk waktu 5 hari dan mendapatkan 128 sms (di iklan saya lihat 100 sms). Saya berharap dengan menggunakan sms promo maka saya akan bisa menghemat pengeluaran untuk sms, terutama ketika mengucapkan selamat Idul Fitri 1429 H.
Untuk mengikuti program sms promo, caranya dengan mengetik sms promo dan dikirim ke 878. Ternyata, di malam takbiran dan 1 syawal limit Xplor saya berkurang seolah-olah saya mengirim sms biasa. Kemudian saya lapor ke customer service di 817. Petugas malah meminta saya berhenti langganan dengan mengetik stop dan dikirim ke 878, bukan memberikan penjelasan kenapa credit limit pulsa saya terus berkurang.
Akhirnya saya coba kirim sms dengan mentetik stop dan dikirim ke 878. Jawaban dari XL, meminta maaf karena layanan belum bisa aktif. Betapa kecewanya saya dengan tindakan semacam ini, tidak profesional dan terlihat seperti menjebak.
Ke depan, saya tidak akan memakai layanan sms promo karena terlihat jaringan yang tersedia tidak siap, dan lebih terkesan mau kejar untung.